Desa Brangol memiliki catatan panjang perjalanan kepemimpinan yang dimulai sejak akhir abad ke-19. Berdasarkan data yang dihimpun, hingga tahun 2026 tercatat sudah ada 12 lurah yang pernah memimpin desa tersebut, masing-masing meninggalkan jejak dan kontribusi bagi perkembangan wilayah.
Sejarah kepemimpinan Desa Brangol dimulai dari sosok Mbah Kriyo yang menjabat pada tahun 1880 hingga 1898. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Mbah Gablok (1898–1900), disusul Mbah Sonoredjo yang memimpin cukup lama dari 1901 hingga 1924.
Memasuki pertengahan abad ke-20, tongkat estafet kepemimpinan dipegang oleh Mbah Gunoredjo (1924–1944) dan Mbah Djoyosuwarno (1944–1963). Masa transisi juga sempat terjadi dengan kepemimpinan singkat Mbah Sudji pada 1963–1965, sebelum dilanjutkan oleh Sapari (1966–1968).
Periode berikutnya diwarnai oleh kepemimpinan Suyono F. (1968–1976) dan Suwandi (1976–1982). Salah satu masa jabatan terpanjang dicatat oleh H.Djirin Mulyo Atmodjo yang memimpin selama dua dekade, yakni dari 1982 hingga 2002.
Setelah itu, kepemimpinan dilanjutkan oleh Yono (2002–2014), sebelum akhirnya dijabat oleh Harun Alrasyid, S.E sejak tahun 2015 hingga sekarang.
Perjalanan panjang ini mencerminkan dinamika pemerintahan desa yang terus berkembang dari generasi ke generasi. Masyarakat Brangol menilai setiap pemimpin memiliki peran penting dalam membangun fondasi desa, baik dari sisi infrastruktur, sosial, maupun pelayanan publik.
Dengan sejarah kepemimpinan yang panjang tersebut, Desa Brangol diharapkan terus melanjutkan tradisi pembangunan dan menjaga kesinambungan demi kemajuan di masa mendatang.